Klik Berita

Kategori

Vitalnya Keberadaan PDAM Tirta Bulian dan Dugaan Mal Administrasi Manajemen.

Tebing Tinggi Klik Berita. Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak serta merupakan kebutuhan yang sangat mendasar bagi semua makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan.

Air adalah kebutuhan yang vital dalam kehidupan dan lingkungan terutama bagi manusia yang memerlukan air untuk keperluan minum, mandi, cuci, dan keperluan lainnya.

Dalam hubungannya dengan pembangunan, bentuk fisik pembangunan perkotaan harus dikaitkan dengan pembangunan di bidang air minum, sehingga dengan demikian pembangunan yang diadakan memberi manfaat ganda yang saling bertautan yaitu pembangunan kota yang disertai dengan fasilitas-fasilitas air minum.

Selain daripada itu, pembangunan lingkungan perkotaan juga sangat membutuhkan penyediaan air bersih yang cukup untuk pertamanan, bahaya kebakaran, kebersihan, dan sebagainya.

PDAM Tirta Bulian yang diberi mandat oleh undang undang yakni Perda Kota Tebingtinggi No 11 tahun 1977 untuk mengelola sumber daya air dalam satu tempat dan mendistribusikan air ke masyarakat kota Tebingtinggi, selama 4 dekade belum bisa mempertontonkan kinerja yang maksimal.

16.000 pelanggan PDAM Tirta Bulian Kota Tebingtinggi belum terlayani maksimal, padahal perusahaan jasa ini juga dibenarkan oleh regulasi mengambil keuntungan sebagai pendapatan asli daerah (PAD) dari jasa pengelolaan air di Kota Tebingtinggi.

Selama kepemimpinan Direktur PDAM Tirta Bulian Khoiruddin Hasibuan SE MAk Priode 2019/2023 masih juga belum kelihatan perubahan yang signifikan baik internal perusahaan maupun eksternal perusahaan, seperti yang baru saja terjadi yakni kehilangan bahan sambungan SR yang berasal dari dana DAK APBD PUPR Kota Tebingtinggi TA 2019, 2020 dan 2021 dengan taksiran kerugian lebih dari 50 Juta Rupiah belum ada penyelesaian yang konkrit dari pihak manajemen PDAM Tirta Bulian walupun sudah ada LHP dan Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Inspektorat Kota Tebingtinggi.

Bahkan beberapa pekerjaan rumah dari Direktur sebelumnya juga gagal diestafetkan, sebut saja tentang dugaan mal administrasi penggunaan dana penyertaan modal pemerintah (PMP) Kota Tebingtinggi tahun anggaran 2018 sebesar 1,5 Miliar Rupiah, kegiatan yang dilaksanakan menggunakan dana PMP TA 2018 dan dilaksanakan tahun 2019 tercatat hanya sebesar 200 Juta Rupiah, sisa dana sebesar 1,3 Miliar Rupaih hingga saat ini belum jelas pertanggungjawabannya.

Direktur PDAM Tirta Bulian Khoiruddin Hasibuan ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan WhatsApp tidak merespon pertanyaan dari media ini.

Dewan pengawas (Dewas) PDAM Tirta Bulian Ali Hasan ketika dihubungi melalui sambungan seluler mengatakan bahwa Dewan tidak pernah diberitahukan tentang kehilangan bahan sambungan SR di WTP1 Bulian dan tentang dana PMP TA 2018 Sebesar 1,5 Miliar Rupiah dan baru digunakan sebesar 200 Juta Rupiah pada awal tahun 2019, Ali Hasan juga mengaku tidak mengetahuinya,

"Dewan Pengawas tidak pernah diberitahukan oleh Direktur tentang berita kehilangan bahan sambungan SR di WTP1 Bulian dan tentang dana PMP sebesar 1,5 Miliar itu juga kami tidak pernah dapat datanya karena urusan angka-angka itu urusan Direktur", Ucapnya.(Red)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *