Klik Berita

Kategori

Paparan Direktur PDAM Tirta Bulian di Medol Jadi Sorotan Publik

Tebing Tinggi (Klik Berita) Direktur PDAM Tirta Bulian Khoiruddin Hasibuan kembali jadi sorotan. Pasalnya pernyataan dia di salahsatu portal berita bisnis online terbitan Jakarta diduga sarat dengan rekayasa dan mengandung unsur kebohongan publik.

"Seorang pejabat publik sebaiknya berhati-hati dalam mengeluarkan statement jangan mengandung unsur rekayasa apalagi kebohongan publik, terlebih tentang PDAM Tirta Bulian yang kami kerap mengikuti perkembangan manajemen dan pelayanannya dari tahun ketahun", sebut salah seorang pengamat sosial di Kota Tebingtinggi Sandy, Minggu (06/03/2022).

Dalam pernyataan kontroversial Direktur PDAM Tirta Bulian Khoiruddin Hasibuan memamerkan beberapa data PDAM Tirta Bulian yang diklaim oleh Khoiruddin sebagai indikasi kemajuan PDAM Tirta Bulian, begini langsiran yang diambil dari portal berita TopBusiness tanggal 30 Juni 2021.

Dalam fase tahun 2019 sampai pada saat ini, PDAM Tirta Bulian Kota Tebing Tinggi (Sumatera Utara) telah mendapatkan sejumlah kemajuan daripada sebelumnya. Satu di antara itu adalah dalam status kinerja.

“Untuk tahun 2020, kami mendapatkan nilai kinerja 3,14 atau ‘sehat’,” kata Direktur PDAM Tirta Bulian Kota Tebing Tinggi, Khoiruddin, dari Tebing Tinggi hari ini, saat presentasi virtual untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2021.

Kondisi keuangan pun kini membaik. BUMD tersebut pada saat ini sudah tidak terganggu lagi oleh pemutusan pasokan listrik yang diakibatkan terlambat pembayaran. 

“Saat ini, operasional kami sudah 24 jam. Kalau dulu, keuangan kami minus, sehingga sering mendapatkan pemutusan listrik,” dia menjelaskan.

Pendapatan perusahaan saat ini pada kisaran Rp10 miliar setahun. Ada kondisi defisit, tetapi bisa dikatakan sedikit. Sementara, PDAM Tirta Bulian pun punya piutang tunggakan rekening senilai kisaran Rp5 miliar, yang berasal dari pelanggan tidak aktif.

“Ada rencana bahwa di tahun 2023, kami sudah FCS (full cost recovery),” papar Khoiruddin.

Bagi PDAM Tirta Bulian, kini yang terpenting adalah kontribusi berupa perbaikan level pelayanan kepada masyarakat. PDAM Tirta Bulian punya pelanggan sebanyak 10.329 SL (sambungan langsung), pada tahun 2020. 

Untuk area cakupan pelayanan, kini di tingkat kisaran 40%.

Sejumlah inovasi dilakukan untuk memerbaiki level pelayanan dan kinerja. Contoh dari hal tersebut adalah adanya sistem pembacaan meteran pelanggan berbasis aplikasi Android, fasilitas pembayaran secara digital, adanya aplikasi akuntansi online, dan lain-lain.

“Inovasi seperti ini sudah menghasilkan manfaat nyata. Antara lain, proses kerja kami menjadi lebih efisien,” Khoiruddin menjelaskan.

Khoiruddin juga menjelaskan sejumlah strategi untuk mengurangi tingkat NRW (non-revenue water atau tingkat kebocoran air). Dalam hal ini, ada pelatihan untuk kompetensi mengurangi tingkat NRW.

Juga, ada tim NRW yang dibentuk, yang diharapkan mampu mengurangi level kebocoran tersebut. “Kami pun membuat data base untuk mengatasi NRW ini. Jadi, upaya menurunkan NRW, terus kami lakukan,” katanya.

Penggunaan teknologi GIS untuk memantau data pelanggan di lapangan pun, kata Khoiruddin lagi, terus dikembangkan.

Sandy berharap Direktur PDAM Tirta Bulian tidak memberikan pernyataan berlebihan yang tidak sesuai kenyataan.

"Kalau sering membuat pernyataan berlebihan, terkesan direktur mempunyai kepentingan pribadi," katanya.

Ditambahkan Sandy, masyarakat Tebingtinggi pun sudah bisa menilai bagaimana kinerja PDAM saat ini. Bahkan, banyak yang mengeluhkan kwalitas dan debit air.

"Sebaiknya Direktur PDAM Tirta Bulian bicara secara fakta saja, jangan terlalu berlebihan," ucapnya.(Red)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *