Klik Berita

Kategori

Dugaan KKN Direktur Perumda PDAM Tirta Bulian Dilaporkan ke APH.

Tebingtinggi (Klik Berita) Khoiruddin Hasibuan SE MAk diduga kuat telah melakukan praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) selama menjabat sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PDAM Tirta Bulian Kota Tebingtinggi priode 2019/2023, demikian disampaikan oleh Kurniadi Chaniago SE juru bicara Forum Komunikasi Mahasiswa dan Pemuda (FKMP) Kota Tebingtinggi pada media ini, Kamis 10/03/2022.

Menurut Kurniadi dari pengumpulan data dan informasi yang dihimpun oleh FKMP dan dari hasil audiensi FKMP dengan Direktur PDAM Tirta Bulian Khoiruddin Hasibuan pada tanggal 08/03/2022, ada 3 poin pertanyaan yang disampaikan kepada Khoiruddin Hasibuan, diantaranya tentang,

1. Kehilangan asset Pemko Tebingtinggi berupa ratusan bahan sambungan rumah SR yang diperoleh PDAM Tirta Bulian dari dana hibah APBD PUPR Kota Tebingtinggi TA 2019, 2020 dan 2021.

Dari LHP Inspektorat Kota Tebingtinggi diketahui atas kehilangan asset ratusan bahan sambungan SR di PDAM Tirta Bulian yang diketahui hilang pada bulan November 2021 lalu, Pemko Tebingtinggi mengalami kerugian ditaksir lebih dari 50 Juta Rupiah.

Inspektorat dalam 2 poin rekomendasinya meminta Direktur PDAM Tirta Bulian untuk mengganti asset Pemko Tebingtinggi yang hilang tersebut kemudian melaporkan terjadinya peristiwa kehilangan asset itu ke Polres Tebingtinggi.

Dalam jawabannya, Direktur PDAM Tirta Bulian Khoiruddin Hasibuan mengatakan bahwa atas kehilangan asset itu telah dilakukan serangkaian pemeriksaan oleh SPI internal dan juga telah menetapkan 5 orang karyawan dan Direktur sebagai pihak yang bertanggungjawab untuk mengganti kehilangan ratusan asset Pemko Tebingtinggi itu.

2. Dugaan mal administrasi yang mengarah pada praktik KKN atas penggunaan dana penyertaan modal pemerintah (PMP) Kota Tebingtinggi TA 2018 sebesar 1,3 Miliar Rupiah yang hingga saat ini tahun 2022 (4 tahun anggaran) belum dipergunakan sebagaimana peruntukannya.

Khoiruddin Hasibuan menjawab bahwa dana penyertaan modal pemerintah (PMP) Kota Tebingtinggi TA 2018 sebesar 1,3 Miliar Rupiah itu telah dimintakan ijin agar digunakan untuk membiayai kegiatan konsultan perencanaan DED proyek NUWSP tahap IV Kementrian PUPR TA 2022.

3. Surat pernyataan mosi tidak percaya karyawan PDAM Tirta Bulian yang ditandatangani oleh 41 orang karyawan  yang mayoritas menyatakan sudah tidak lagi percaya terhadap kinerja dan kepemimpinan Direktur PDAM Tirta Bulian Khoiruddin Hasibuan dalam menjalankan tugas dan fungsinya dan surat pernyataan itu ditujukan kepada Walikota Tebingtinggi  tertanggal 14 Oktober 2021.

Khoiruddin mengatakan sudah berusaha maksimal untuk memenuhi hak karyawan PDAM Tirta Bulian yaitu kenaikan gaji dan asuranai jaminan hari tua (JHT) sesuai dengan pendapatan PDAM Tirta Bulian yang ditaksir sekitar 6 Miliar Rupiah pertahun.

Dari 3 poin yang dipertanyakan FKMP Tebingtinggi dan telah dijawab oleh Direktur PDAM Tirta Bulian Kota Tebingtinggi Khoiruddin Hasibuan, Kurniadi mengatakan ada dugaan pelanggaran hukum yang menjurus pada praktik KKN yang telah dilakukan oleh Khoiruddin Hasibuan dalam jabatannya sebagai Direktur Perumda PDAM Tirta Bulian Kota Tebingtinggi.

Untuk itu menurut Kurniadi FKMP akan segera menyerahkan surat pengaduan masyarakat (Dumas) kepihak APH yakni Kepolisian dan Kejaksaan untuk segera dilakukan penyelidikan atas dugaan KKN yang  diduga dilakukan oleh Direktur PDAM Tirta Bulian Kota Tebingtinggi.

"Dari kesimpulan sementara FKMP Kota Tebingtinggi ada beberapa indikasi dugaan KKN yang memenuhi unsur TSM (terstruktur, sistematis dan masif) yang diduga dilakukan oleh Direktur PDAM Tirta Bulian Khoiruddin Hasibuan dan untuk memenuhi azas prinsip keadilan dalam hukum maka kami dari FKMP akan melaporkan dugaan KKN ini kepihak APH yakni Kepolisian dan Kejaksaan dan bagaimana proses penyelidikannya nanti di APH tetap akan kami monitoring perkembangannya", Papar Kurniadi.(Red)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *