Klik Berita

Kategori

Hibah Sambungan SR Raib, Direktur PDAM Tirta Bulian Diduga Lalai.

TEBINGTINGGI - Bahan sambungan baru (SR) yang berasal dari dana DAK APBD PUPR Kota Tebingtinggi TA 2019, 2020 dan 2021 berupa watermeter, clemsadle, elbow, shockdrat, stopkran, sealtape, pipa HDPE 1/2 Inchi yang diperuntukkan bagi sambungan SR PDAM Tirta Bulian raib tak berbekas dari tempat penyimpanannya digedung laboratorium WTP1 Bulian Jalan KF Tandean Kota Tebingtinggi.

Raibnya bahan sambungan SR yang berasal dari uang rakyat itu diketahui pertamakali oleh karyawan pemegang kunci gudang Sapar pada bulan November 2021 lalu, ketika ingin memindahkan barang Sapar melihat tumpukan kardus yang ketika dilihat tidak ada isinya sama sekali.

Selanjutnya temuan itu dilaporkan kepada Kasubag WTP1 Bulian Sucipto kemudian diteruskan kepada Kabag Umum Ansyari dan Direktur PDAM Tirta Bulian Khoiruddin Hasibuan.

Anehnya, atas raibnya bahan sambungan SR itu belum ada pihak-pihak yang bertanggungjawab  dan tidak ditemukannya adanya laporan kehilangan barang ke Polres Tebingtinggi.

Diketahui dari laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kota Tebingtinggi pada bulan Januari 2022 terungkap fakta jika raibnya bahan sambungan SR dari gedung laboratorium di WTP1 Bulian berasal dari SR dana DAK APBD PUPR Kota Tebingtinggi TA 2019, 2020 dan 2021.

Kerugian yang timbul akibat kelalaian Direktur PDAM Tirta Bulian Khoiruddin Hasibuan yang menyebabkan hilangnya bahan sambungan SR yang berasal dari SR DAK APBD PUPR Kota Tebingtinggi TA 2019 dan 2020 lebih dari 50 juta rupiah, sementara kerugian bahan sambungan SR untuk DAK APBD TA 2021 belum bisa dihitung karena belum diterima keselurahan bahannya oleh PDAM Tirta Bulian hanya catatan sebahagian kecil bahan yang sudah masuk sebagai titipan.

Ketika Kabag Umum Ansyari dikonfirmasi tentang bahan sambungan SR yang diserahkan ke PDAM Tirta Bulian beliau mengaku tidak mengetahuinya dan tidak pernah mencatatkan bahan sambungan SR itu dipembukuan PDAM Tirta Bulian sebagai administrasi penerimaan hibah resmi dari dana DAK APBD PUPR Kota Tebingtinggi .

"Saya tidak pernah diberitahu jika ada titipan barang atau hibah barang berupa bahan sambungan SR, jika saya tahu pasti sudah saya catatkan di administrasi pembukaan perusahaan, setelah kehilangan saja saya baru tahu", tukasnya.

Direktur PDAM Tirta Bulian Khoiruddin Hasibuan yang pernah bertugas sebagai SPI di PDAM Tirtanadi Medan itu ketika berhasil dikonfirmasi menjelaskan bahwa beliau mengetahui hilangnya bahan sambungan baru SR dari karyawan pemegang kunci gudang dan Kasubag WTP1 Bulian.

"Saya mengetahui kehilangan bahan sambungan SR itu dari Karyawan pemegang kunci gudang dan Kasubag WTP1 Bulian, selanjutnya saya telah membentuk tim internal SPI untuk menyelidikinya dan hingga kini tim tersebut masih bekerja", Ujarnya.

Ketika ditanya siapa yang bertanggungjawab atas hilangnya barang tersebut, Khoiruddin Hasibuan menjawab " Karyawan pemegang kunci gudang, Kasubag WTP1 Bulian, Kabag Umum".

Dan ketika kembali dicecar dengan pertanyaan apakah kehilangan bahan sambungan SR yang berasal dari dana DAK APBD Kota Tebingtinggi itu akibat kelalaian beliau dan telah mengakibatkan kerugian dan apakah beliau turut bertanggungjawab, kemudian Khoiruddin Hasibuan mengatakan jika dia juga ikut bertanggungjawab atas kehilangan bahan sambungan SR tersebut.

"Sesuai rekomendasi Inspektorat yang bertanggungjawab itu, Karyawan pemegang kunci gudang, Kasubag WTP1 Bulian, Kabag Umum dan Direktur", Bebernya.

Raibnya bahan sambungan SR yang berasal dari Dana SR DAK APBD PUPR Kota Tebingtinggi TA 2019, 2020 dan 2021 ini harus diusut tuntas oleh APH sebab bahan sambungan SR yang dibeli dari uang rakyat itu dipergunakan untuk membantu masyarakat kota Tebingtinggi agar memperoleh sambungan air bersih dengan biaya ekonomis terlebih dimasa sulit pandemi covid ini.(Red)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *