Klik Berita

Kategori

TEMUAN BPK 2019 : 1652 KIOS PASAR T.TINGGI TAK PAKAI SURAT PERJANJIAN, DISPERINDAG LAKUKAN PEMBIARAN


Tebingtinggi (klik-berita.com)
Sebanyak 1652 kios yang ada di 9 titik pasar di kota T.Tinggi ternyata tanpa surat perjanjian dengan pihak pengelola UPTD Pasar Dinas Perdagangan Kota T.Tinggi, sebagaimana dijelaskan dalam LHP BPK Buku II No.43.B/LHP/XVIII.MDN/04/2020, tanggal 23 April 2020 LHP atas Pengendalian Intern, demikian Ratama Saragih Walikota DPD LSM Lira T.Tinggi dalam Relase nya kepada awak media, selasa (9/06/2020) .

Lebih lanjut Ratama mengatakan bahwa Pemerintah kota T.Tinggi pada LRA TA.2019 menganggarkan pendapatan retribusi daerah sebesar Rp.5.660.100.000,00 dengan realisasi sebesar Rp.4.507.112.962,00 atau 79,63% dari anggaran.Dari realisasi tersebut diantaranya terdapat pendapatan retribusi Pelayanan pasar sebesar Rp.1.046.011.000,00 yang pengelolaanya dilaksanakan Dinas Perdagangan T.Tinggi.

Responder BPK ini juga menjelaskan bahwa retribusi pelayanan pasar adalah retribusi atas pemakaian kios oleh para pedagang di 11 pasar yang tersebar di beberapa lokasi didaerah T.Tinggi yang langsung dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Pasar (UPTD) dengan dasar hukumnya Perda No.1 Tahun 2018, Tanggal 1 Agustus 2018,tentang Perubahaan atas Perda Kota T.Tinggi No.6 Tahun 2011 tentang retribusi daeraah serta pelaksanaanya diatur dengan Perwa No.8 Aahun 2018 tentang pengelolaan pasar daerah.

Koordinator Jejaring Ombudsman ini lebih rinci menjelaskan bahwa sebagaimana Perwa tersebut, bahwa sebelum dapat menyewa kios para pedagang terlebih dahulu harus menandatangani surat perjanjian sewa kios dengan jangka waktu dua tahun.Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan BPK atas dokumen daftar perjanjian sewa menyewa kios pasar yang disusun oleh kepala UPTD Pasar, diketahui dari 1673 kios yang ada terdapat 1652 kios yang belum ada surat perjanjian sewa menyewa kios pasar, diantaranya Pasar Veteran 16 kios, Pasar kreatif 1 kios, Pasar Mini 45 kios, Pasar Toserba 9 kios, Pasar Senangin 43 kios, Pasar Gurami 271 kios, Pasar Sakti 489, Pasar Gambir 776 kios, Pasar Pattimura 2 kios total 1652 kios.

Fakta ini jelas mengakibatkan resiko penyalahgunaan penerimaan retribusi pasar, namun sangat berbading terbalik dengan laporan pertanggungjawaban Walikota T.Tinggi Senin (8/06/2020) yang mengatakan target retribusi pasar Tahun 2019 melebihi target yang sudah ditetapkaan mencapai sekitar 103%.
Fakta ini jelas semakin menambah deretan panjang carut marutnya pengelolaan pasar di T.Tinggi, dimana kasus Pembangunan Gedung Pasar Induk yang kabur penanganan kasusnya di Kajati SU, kemudian Pasar Mentos, Pasar kecamatan lainya yang terlantar, semuanya hanya menghabiskan anggaran negara yang sia-sia belaka, jika ini berlarut-larut tidak ada penyelesainya oleh APH dan APIP maka dapat dipastikan Uang negara habis percuma tak berarti, pungkasnya.(*)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *